X logo

Majalah Pertama dan Satu-satunya yang berisi tentang Sains, Budaya dan Spiritualitas di Indonesia


Iklan tidak akan muncul selama 1 jam


Harap menunggu, aplikasi sedang memproses data ...

Catatan : Gangguan apapun terhadap proses ini dapat mengakibatkan kesalahan data


Harap menunggu, aplikasi sedang memproses data ...

Edisi Terbaru
Edisi Terbaru

Bagaimana menilai dunia dalam kondisi sekarang?




Dunia hanyalah salah satuterminal yang kita lewati.Banyak ayat dan hadisyang menerangkan hakikat tersebut.Manusia datang dari alam arwahke rahim ibu. Dari rahim ibumenuju kehidupan dunia. Setelahmelewati masa kanak-kanak, remaja,dewasa, dan masa tua, ia pindahke kubur dan alam barzakh.Dari sana ia menuju kebangkitan.Dari kebangkitan menuju kehidupanabadi. Manusia melewati seluruhtahapan tersebut. Ia beradadalam kehidupan dunia ini hanyabeberapa saat.

Ya. Dunia hanyalah satu diantara sekian terminal manusia.Rasul SAW menggambarkan kehidupanmanusia di dunia sepertiseorang musafir yang melewatkanwaktu sesaatnya di siang haridi bawah naungan pohon lalu iaakan meneruskan perjalanannyakembali. Manusia laksana musafiryang melakukan perjalanan jauh.Di tengah perjalanannya itu, iaberistirahat sebentar dengan bernaungdi bawah pohon. Jadi,dunia bukanlah tempatnya yangabadi, melainkan tempat istirahatsingkatnya semata.Tanah air asli kita adalah alamarwah. Dari sana kita memakai pakaianjasad lalu kita datang ke duniatempat kita memberikan bentukkepada kehidupan abadi kita.Selanjutnya, kita akan kembali ketanah air asli kita itu tadi. Karenaitu, kita harus menilai dunia darisisi ini.

Seorang Mukmin adalah pribadiyang seimbang. Karena itu, ia harusmenjaga dirinya dari berbagaihal berbahaya dikarenakan terlaluberlebihan atau terlalu abai dalammasalah dunia. Ukuran yang wajibdiikuti di sini adalah mementingkandunia sesuai dengan seberapalama kita berada di sini dan mementingkanakhirat sesuai denganseberapa lama kita beradadi sana. Alquran mengajarkan,Carilah kehidupan akhirat padaapa yang Allah berikan kepadamudan janganlah engkau melupakanbagianmu dari dunia.²Apakah yang Allah berikan kepadakita? Dia telah memberikankepada kita akal, hati, ruh, jasad,kesehatan, masa muda, dan berbagainikmat lainnya yang tidakterhitung. Semua itu adalah modal.Dengan modal itu, kita bisamembeli akhirat. Dalam ayat lainAlquran menjelaskan, SesungguhnyaAllah telah membeli dariorang-orang beriman diri merekadan harta mereka dengan surgauntuk mereka.³ Di sini manusiaadalah pihak yang memberikankesenangan sementara danfana, sedangkan Allah SWT adalahpihak yang memberikan danmenganugerahkan berbagai halyang kekal dan abadi. Berdasarkanperjanjian tersebut, Alquranmenyeru kita untuk mencari negeriakhirat. Oleh sebab itu, kita harusmeletakkan negeri akhirat sebagaifokus utama kita dalam setiapgerakan dan tindakan karena kitaakan menetap di sana secara abadi.Dunia adalah tempat satu-satunyayang mengantarkan kita ke alamsana dan jalan satu-satunya untukmendapatkan keberuntungan disana.

 

Ayat di atas memberikan pesanagar kita tidak melupakan bagiankita di dunia. Namun, itu disampaikandengan gaya bahasa yangmenyiratkan bahwa akhiratlahyang utama. Akhiratlah yang haruskita pilih dan kita tuju. Akhiratadalah target dan tujuan, karenaakhirat adalah negeri tempat manusiaberkembang dengan seluruhsisinya dan mencapai ketinggiannya.Jika kita menyerupakankehidupan dunia dengan benih,akhirat adalah pohon besar dan tinggi yang menjulang ke langityang berasal dari benih itu.Ya. Semua indra dan perasaanmanusia akan tumbuhdan berkembang secara tidak terbatas.Kemampuan melihat, merasa,mendengar, dan sebagainyaakan meningkat berkali-kali lipat,sementara di dunia kemampuankemampuanitu hanya kira-kirasatu perseribunya. Terlebih lagi,orang-orang beriman juga akanmenyaksikan keindahan AllahSWT. Kenikmatan beberapa saatmenyaksikan keindahan ini setaradengan kenikmatan ribuantahun berada di surga. Karena itu,manusia harus menjadikan itu sebagaifokus perhatiannya ketikamemilih antara kehidupan duniadan kehidupan akhirat. Akankahseorang hamba memilih hal lainketimbang kebahagiaan menyaksikanSang Penciptanya? Ketahuilah,mendapat ridha Allah adalah nikmatyang tidak bisa diukur dengankedudukan atau jabatan apa pun,bahkan surga dengan seluruh kenikmatandan perhiasannya sekalipunkecil di hadapan nikmat yangsatu ini.

Alquranul Karim menerangkankepada kita betapa nikmat ridhaAllah tersebut sangat pen-ting.Bahkan dalam sebuah hadisAllah bertanya kepada hamba-Nya: Apakah kalian ridha? Merekamenjawab, Bagaimana kami tidakridha, wahai Tuhan, sedangkanEngkau telah memberi kami apayang tidak Kau berikan kepada satupun makhluk-Mu [yang lain]. Allahbertanya: Maukah kalian Kuberisesuatu yang lebih baik daripadaitu? Mereka berkata: Wahai Tuhan,adakah yang lebih baik daripadaitu? Allah menjawab: Kuberi kalianridha-Ku sehingga setelah ini Akutidak akan murka kepada kalianselamanya.

4Ketika kita ingin menerapkankeseimbangan, maka kehidupanini sama sekali tidak boleh diabaikan.Karena itu engkau akanmencintai kehidupan dunia bukankarena kehidupan dunia itusendiri, tetapi karena ia merupakanjembatan dan jalan menujuakhirat. Tidak ada masalah denganhubungan semacam itu. Nabi SAWmenjelaskan hal tersebut danmenggambarkan dunia sebagailadang akhirat. Dengan kata lain,kita tidak bisa menjadi penghunisurga kecuali dengan perantaraandunia, sebab seluruh indra,perasaan, kepekaan, dan potensikita tumbuh dan berkembang [sejak]di dunia, agar kelak kita bisamelihat Allah SWT.

Manusia tidak bisa melihatAllah SWT di dunia karena belummemiliki kelayakan dan belum siapuntuk itu. Persoalan ini tidak terkaitdengan dimensi waktu, dimensiruang, atau dimensi lainnya.Allah SWT lebih dekat kepada kitadaripada urat leher. Dia memberikita berbagai nikmat-Nya, berperanserta dalam urusan kita dengankehendak-Nya, dan Dia bertindakdengan kekuasaan-Nya yang tidakterhingga. Dalam ungkapan tasawuf,kita bisa mengatakan, tidak adayang lebih jelas daripada Allah,namun Dia tidak tampak bagi merekayang buta.Jika kita tidak bisamelihat-Nya, ini mengacu kepadakelemahan kita. Proses untukmenghilangkan kelemahan tersebutada di tangan Allah SWT. Diaakan menghilangkan kelemahanini di negeri akhirat. Di sana mukminakan dapat melihat keindahanAllah SWT serta akan sampai kepadaharapan dan keinginan utamanya.Jadi, dunia adalah ladang yangmenghasilkan buah itu untukkita. Ketika manusia berpindahdari dunia menuju akhirat, tiratiraicahaya melenyap satu demisatu. Akhirnya, manusia bisa melihatTuhannya. Dunia adalahekspresi manifestasi nama-namaAllah SWT. Karena itu, kita tidakpatut menyepelekan dunia sedikitpun, karena hakikat segala sesuatutidak lain adalah manifestasinama-nama Allah SWT. Dalam istilahJalaluddin Rumi, apa yangterjadi pada kita dan kehendakkita menyerupai panji di atas tiangyang sangat tinggi. Di atas panjiyang berkibar itu terdapat sejumlahtulisan. Yang menggerakkandan mengibarkan panji itu adalahAllah SWT sebagai Sang Azali danAbadi. Karena itu, kita melihat berbagaihal dan peristiwa sebagaikebun tempat nama-nama dansifat-sifat Allah SWT tampak sertabahwa berbagai hal dan peristiwaberada di bawah kehendak danpengaturan-Nya. Kita menyaksikankeindahan-Nya pada setiap bungadan setiap tetes embun di bungaitu. Jalaluddin Rumi menerangkanhal ini dengan ungkapan yangmungkin tidak jelas bagi sebagianorang, berbagai imajinasi yangmerupakan jendela para walihanyalah cermin yang memantulkanwajah-wajah bersinar di tamanAllah. Allah SWT menampakkandi hadapan kita sejumlah manifestasidan keesaan-Nya. Kemudian,lewat kelembutan dan kemurahan-Nyaserta sesuai dengan rahasia keesaan-Nya, Dia mengantarkan kita untukmemahami makna berbagaikarunia-Nya yang diberikan kepadakita sesuai dengan kapasitaspemahaman kita. Di sini kami tidakhendak menerangkan persoalanyang halus ini. Yang ingin kamikatakan terkait dengan masalahyang kita bahas ialah bahwa duniamerupakan kebun Allah SWT.Cahaya-cahaya sang pemilik wajahyang bersinar bak bulan purnamamemantul dan tampak padacermin hati kita. Jika demikian,berbagai hal yang kita kerjakanatas nama dunia adalah ekspresidari beragam gelombang panjangmanifestasi yang datang dari-Nya.Di sini tentu saja kita tidak melihatnyasebagaimana menurut pandanganpara penganut pantheisme(wihdat al-wujûd). Kita tidakmemandangnya demikian, tetapikita menegaskan pendapat ImamAhmad al-Sirhindi yang bergelarImam Rabbani bahwa hakikat segalase-suatu adalah ekspresi manifestasinama-nama Allah SWT.

Ya. Kita tidak bisa meninggalkandunia karena kita tidak bisameraih akhirat tanpa perantaraandunia. Benar bahwa dunia berisitumpukan kotoran dan kepalsuan,tetapi betapa banyak permata berhargaberbagai hakikat tersimpan dibalik tumpukan kotoran itu. Ada sebuahkisah dalam al-Matsnawî tentangMahmud al-Ghaznawi. Kisahtersebut dan semacamnya adalahkisah-kisah simbolis. Seorang ahlihikmah berkebangsaan India, Bediba,sebelum La Fontaine telahmenulis kisah dan hikmah lewatlisan binatang. Setelah itu, banyakulama Islam mengikuti cara tersebutdalam buku-buku mereka. Diantara mereka adalah MaulanaJalaluddin Rumi. Ia menceritakansebuah kisah lewat lisan Mahmudal-Ghaznawi dan anjingnya yangselalu berada di depan pinturumahnya. Setiap hari anjingnyapergi ke tempat sampah di depanistana. Ia selalu menggali dan mencarisesuatu di situ, namun ia tidakmendapatkan sesuatu pun yangbisa ia makan. Meskipun demikian,pada hari berikutnya ia pergi lagike tempat itu dan terus mencarisesuatu yang bisa ia makan sampaisore hari. Itulah kebiasaan si anjingsetiap hari. Melihat hal itu, suatuhari Mahmud al-Ghaznawi berkatakepada anjingnya: 'Berhari-hariengkau menggali tempat sampahitu namun tidak mendapatkanapa-apa. Tetapi, engkau tidak pernahberhenti pergi ke sana. Apakahengkau tidak bosan dan tidakjenuh dalam melakukan pencarianyang tidak menghasilkan apa-apaitu?' Anjingnya menjawab: 'Suatuhari di tempat sampah itu aku pernahmendapatkan tulang. Karenaitulah aku pergi ke sana setiap hari,barangkali aku bisa menemukantulang lagi.

'Dunia dalam pandangan ahlihakikat adalah tumpukan kotorandan kepalsuan seperti tumpukansampah itu. Di dunia ini Allah SWTmencampur kebaikan dengankejahatan, keindahan dengan keburukan.Agar keburukan segalasesuatu tidak dinisbahkan kepadaAllah secara langsung, Diameletakkan tirai sebab, sehinggakeburukan lahiriah berbagai halberada di depan tirai itu. Namun,Allah-lah Pencipta segala danPencipta semua. Pada segala sesuatusebenarnya termanifestasipula nama-nama-Nya yang tidakkita ketahui. Nama-nama Tuhan tidaklahterbatas. Hanya Dia sendiriyang mengetahui jumlahnya. Jadi,ada nama-nama yang hanya diketahuioleh- Nya saja karena tidakDia ajarkan kepada seorang nabiatau malaikat yang dekat dengan-Nya sekalipun. Demikianlah kitamencari hakikat kebenaran didunia ini, barangkali saja kitamenemukan satu di antara sekianhakikat kebenaran dan kadang kita mencari dengan penuh semangatdi tempat-tempat yang dianggaporang lain sebagai tempat sampah.Ada sisi lain dari dunia yangkita jauhi dan kita hindari. Iniadalah sisi yang datang dengansendirinya karena ia fana dan pastisirna. Ia tidak memberimu sepotongkue manis kecuali disertaidengan sejumlah tamparan. Inilahsisi permainan dan tipuannya. Itulahsisi yang disambut para penghambadunia, padahal itu adalahsisi buruk yang harus kita hindari.Semakin jauh darinya, akan semakinbaik.

Jadi, kita bisa membangunkeseimbangan antara dunia danakhirat dari sisi ini. Dunia fana, sedangkanakhirat kekal. Rasul SAWtidak meninggalkan dunia dantidak memisahkan diri dari manusia,namun [pada saat yang sama]beliau senantiasa bersama AllahSWT. Bagaimana tidak, beliau SAWbersabda: 'Mukmin yang bergauldengan manusia dan bersabar atastindakan buruk mereka mendapatkanpahala lebih besar daripadamukmin yang bergaul dengan manusiadan tidak bersabar atas tindakanburuk mereka.

' 5Kita juga harus bersikap begitu.Kita bisa berjalan di pasarpasardan di jalan-jalan walaupuntempat-tempat itu penuh dengansampah serta bisa terus berada disekolah dan kampus sebagai pelajardan guru, sekaligus bersabaratas berbagai sikap buruk sertamengorbankan sebagian bentukkarunia Ilahi, bahkan kadangkita mengorbankan jalan yangme-ngarah kepada kewalian dankedekatan dengan-Nya, baik sengajamaupun tidak. SebagaimanaRasul SAW kembali dari surga—saatMikraj—dan tidak terpengaruh olehkeindahannya untuk kembali bergauldan berbaur dengan manusiadi dunia, kita juga harus meneladaniakhlak Rasul SAW. Kita harusmenampilkan hakikat kebenaranteragung yang dibawa NabiMuhammad SAW. Orang-orangyang berada di dunia seperti berdiridi atas bara api tidak mungkin selamanyamemandang wajah fanadunia. Hati mereka tidak mungkinterus terlena olehnya. Mereka bersamamakhluk, tetapi hati merekaselalu bersama Allah SWT.

Rasul SAW tidak pernah memikirkandunia meskipun duniatelah mendatangi beliau dan beradadi bawah kaki beliau. Beliautidak pernah berpikir untuk bersenang-senang dengan dunia. Beliaumeninggalkan dunia sebagaimanabeliau datang ke dunia. Ketikadatang ke dunia, beliau dibungkussehelai kain. Ketika meninggalkandunia, beliau juga dibungkussehelai kain. Sepanjang hidupnyayang mulia, Rasul SAW berusahamembangun peradaban yangseimbang dan mendirikan duniayang imbang di sini di dunia dandi sana. Sepanjang hidup, beliautidak pernah berhenti berdakwah.Beliau telah menyerahkan diri kepadaAllah SWT. Karena itu, beliauhidup dengan tenang seraya berusahamendapatkan ridha Allah SWTdan menyelamatkan umat manusia.Kesucian jiwa beliau tidak ternodaioleh nafsu dan kenikmatandunia.

Beliau membangun tatanan Islamdan menerapkannya di rumah.Ketika muncul berbagai tuntutanduniawi dari sejumlah istri beliau,beliau meninggalkan mereka.Bahkan, atas perintah Allah SWT,Rasul SAW memberikan pilihankepada mereka antara tetap bersamabeliau seraya mencukupkandiri dengan apa yang beliau milikiatau dicerai secara baik-baik.Para istri beliau lebih memilihtetap bersama beliau dan bersabarmenghadapi kehidupan yang sulit.Umar RA menemui Rasulullah SAWyang berada di kamarnya sedangmenjauhkan diri dari para istrinya.Umar melihat bekas tikar menempeldi punggung Nabi SAW. Melihathal itu, Umar menangis. Rasul SAWbertanya: 'Mengapa engkau menangis,Umar?' Ia menjawab: 'Kisradan kaisar hidup dalam kondisibegitu mewah, sementara engkau,wahai Rasulullah!' Mendengaritu, beliau berkata: 'Tidakkahengkau rela, wahai Umar, kalau duniamenjadi milik mereka sedangkanakhirat menjadi milik kita?'6Rasulullah SAW tidak meninggalkandunia, tetapi beliau melihatdan memperlihatkan seluruh hakikatketuhanan yang termanifestasidi alam serta memperdengarkannyake segenap alam lewat paratentara beliau yang menjelajahseantero bumi dengan membawadan meninggikan panji Islam disetiap tempat. Dalam hal ini, sangatpenting mencatat kesimpulanyang diambil para sosiolog kontemporer:Sampai pada masa RasulullahSAW, umat manusia telah mencatatkemajuan sekitar 25%. Berkat beliaudan pada rentang waktu yang singkat,umat manusia telah menambahtingkat kemajuannya menjadi 50 %.Sejak masa beliau hingga saat ini,umat manusia hanya bisa mencatattambahan kemajuan sebesar 25 %.Adapun sisanya baru akan dicapaipada masa mendatang.Ini membuktikan bahwa beliauadalah teladan dan panutan bagisemua generasi hingga Hari Kiamat.Beliau tidak pernah memisahkandiri dari dan meninggalkandunia, tetapi beliau mengetahuibagaimana mengarahkan umatsecara tepat, mana yang harusdipentingkan dan seberapa besar.

Sumber:1 Mengacu kepada hadis: Apa urusanku dengandunia? Aku di dunia ini hanya seperti seorangmusafir yang berteduh di bawah pohon kemudianpergi meninggalkannya. (Tirmizi, Zuhd,44; Ibnu Majah, Zuhd, 3; Musnad, 1/ 31)2 Q.S. al-Qashash: 77.3 Q.S. al-Taubah: 111. Q.S. al-Taubah: 72.4 Bukhari, Tauhid, 38; Muslim, al-Jannah wa sifatuNaimiha wa ahliha, 9 .5 Tirmizi, Sifatul Qiyamah, 55; Ibnu Majah, al-Fitan, 23.6 Bukhari, Tafsir al-Surah, 66/

0 Komentar


Kirimkan komentar anda untuk artikel ini